Saling Buka Peluang

Persiapan interview: teknis, perilaku, dan obrolan gaji

Persiapan teknis sesuai peran, cerita untuk wawancara perilaku, pertanyaan balik untuk perusahaan, dan cara membicarakan gaji.

Terakhir dicek:

Daftar periksa

  • Tanyakan tahap dan format wawancara, lalu tandai tiga hal yang paling ditekankan di deskripsi peran.
  • Latih persiapan teknis sesuai peran; untuk desain, siapkan dua atau tiga studi kasus.
  • Siapkan cerita perilaku dengan urutan situasi, tindakanmu, hasil, dan apa yang kamu pelajari.
  • Tanyakan bagaimana on-call dan lembur diatur atau dihitung, serta apakah posisinya PKWT atau PKWTT.
  • Riset rentang gaji untuk peranmu, tentukan batas bawahmu, lalu bicarakan paket gaji, bukan hanya angkanya.
  • Minta hasil pembicaraan gaji secara tertulis, dan jangan berbohong soal gaji lama.
  • Waspadai proses yang meminta biaya, dokumen asli, atau data pribadi berlebihan sebelum ada tawaran.

Wawancara adalah keterampilan yang bisa dilatih, bukan penilaian atas nilai dirimu. Panduan ini merangkum persiapan teknis, cerita untuk wawancara perilaku, pertanyaan untukmu ajukan balik, dan percakapan soal gaji.

Sebelum wawancara

  • Tanyakan prosesnya. Berapa tahap, siapa yang mewawancarai, dan formatnya apa (live coding, studi kasus, presentasi portofolio, take-home, wawancara dengan calon atasan). Menanyakan ini wajar.
  • Baca deskripsi perannya baris demi baris. Tandai tiga hal yang paling ditekankan, dan siapkan contoh nyata untuk masing-masing.
  • Cari tahu produk dan timnya. Pakai produknya kalau bisa, baca blog engineering atau perubahan terbarunya.

Persiapan teknis, sesuai perannya

  • Engineering: latih soal pemrograman dan, untuk level yang lebih senior, desain sistem. Latihan paling berguna adalah menjelaskan cara berpikirmu dengan suara keras. Tanyakan klarifikasi sebelum menulis kode, sebutkan trade-off, dan uji hasilmu dengan contoh.
  • Desain: siapkan dua atau tiga studi kasus yang bisa kamu ceritakan dari masalah sampai hasil, termasuk keputusan yang kamu ubah dan alasannya.
  • Product dan project management: latih menentukan prioritas, menjawab “kenapa fitur ini dulu”, dan menjelaskan satu proyek yang lolos atau gagal dengan apa yang kamu pelajari.
  • QA, data, support, tech sales: siapkan contoh kerja nyata yang menunjukkan cara kamu menemukan masalah, menganalisis, dan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Tugas take-home: tanyakan batas waktu dan ekspektasinya. Kalau tugasnya terasa seperti pekerjaan nyata untuk produk mereka, tanyakan bagaimana hasilnya dipakai.

Latihan bareng lebih efektif daripada sendirian. Ajak Kawan lain latihan wawancara lewat kelompok belajar.

Wawancara perilaku

Siapkan beberapa cerita yang bisa dipakai untuk banyak pertanyaan. Susun dengan urutan situasi, tindakanmu, hasil, dan apa yang kamu pelajari. Beberapa tema yang sering muncul:

  • konflik atau perbedaan pendapat dengan rekan kerja;
  • kegagalan atau kesalahan, dan apa yang berubah sesudahnya;
  • bekerja di bawah tenggat atau tekanan;
  • memimpin atau membantu orang lain naik level;
  • belajar sesuatu yang baru dengan cepat.

Kalau ditanya soal PHK atau kenapa meninggalkan perusahaan lama: jawab singkat, netral, dan benar. Contoh: “Perusahaan melakukan efisiensi dan posisiku termasuk di dalamnya. Selama di sana aku mengerjakan X, dan sekarang aku mencari Y.” Kamu tidak berkewajiban membuka detail yang bersifat rahasia atau menjelekkan siapa pun.

Pertanyaan untukmu ajukan balik

Wawancara juga cara kamu menilai tempat kerjanya. Beberapa pertanyaan yang berguna:

  • Seperti apa seminggu normal di tim ini, dan bagaimana prioritas ditentukan?
  • Bagaimana on-call atau standby diatur, dan bagaimana kompensasinya?
  • Seberapa sering lembur terjadi saat rilis atau insiden, dan bagaimana dihitung?
  • Posisi ini PKWT atau PKWTT? Kalau PKWT, berapa lama, dan apa yang terjadi sesudahnya?
  • Bagaimana kinerja dievaluasi dan kapan gaji ditinjau?
  • Bagaimana perusahaan mendukung pertumbuhan skill, misalnya lewat pelatihan atau waktu belajar?

Untuk memahami jawabannya, baca jam kerja dan lembur dan cek kontrak.

Percakapan gaji

  • Riset dulu. Cari rentang untuk peran dan levelmu dari beberapa sumber, termasuk dari Kawan dan orang yang kamu kenal di industri. Rentang itu bukan angka resmi.
  • Tahu batas bawahmu. Hitung kebutuhan bulananmu dan angka terendah yang masih kamu terima. Kalau ada masa percobaan, ingat bahwa upah selama percobaan tidak boleh di bawah upah minimum yang berlaku (UU 13/2003 Pasal 60 ayat 2).
  • Biarkan mereka menyebut rentang lebih dulu kalau memungkinkan. Kalau diminta menyebut angka, sebutkan rentang yang berdasar pada risetmu dan pada nilai yang kamu bawa.
  • Bicarakan paket, bukan hanya angka. Tanyakan komposisi upah pokok, tunjangan tetap, bonus, THR, cuti, dan jam kerja. Komposisi mempengaruhi lembur, kompensasi, dan BPJS. Lihat baca tawaran kerja.
  • Jangan berbohong soal gaji lama. Kamu boleh menjawab “aku lebih nyaman membicarakan ekspektasi untuk peran ini”.
  • Minta hasilnya tertulis.

Kalau peranmu disebut “golongan jabatan tertentu” yang tidak mendapat lembur, itu perlu diatur tertulis di dokumen perusahaan (PP 35/2021 Pasal 27), jadi tanyakan.

Setelah wawancara

  • Kirim pesan terima kasih singkat dalam satu atau dua hari, sebut satu hal spesifik yang kamu nikmati dari obrolannya.
  • Catat apa yang ditanya dan bagaimana jawabanmu, supaya wawancara berikutnya lebih baik.
  • Kalau sampai tenggat yang dijanjikan belum ada kabar, tanyakan dengan sopan.

Hati-hati dengan tawaran yang janggal

Waspadai proses yang meminta kamu membayar biaya, meminta dokumen asli atau data pribadi yang berlebihan sebelum ada tawaran, atau tidak mencantumkan nama badan hukum perusahaan. Karirhub dari Kemnaker adalah salah satu sumber lowongan yang menyatakan identitas pencari kerjanya terverifikasi.

Kapan cari bantuan

  • Kamu ditanya hal yang membuatmu tidak nyaman, misalnya soal agama, status perkawinan, atau rencana punya anak. Kamu boleh menolak menjawab, mencatat kejadiannya, dan menceritakannya ke orang yang kamu percaya.
  • Tawaran atau proses terasa janggal: tanyakan ke Kawan lain dan pertimbangkan nasihat dari pendamping hukum. REKATI tidak berafiliasi dengan lembaga hukum mana pun dan tidak memberi nasihat hukum.

Rujukan

  1. UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (JDIH BPK)
  2. PP 35/2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan PHK (JDIH BPK)
  3. Karirhub Kemnaker (lowongan terverifikasi)