Saling Buka Peluang
Cari kerja setelah PHK: rencana yang bisa dijalani
Urutan kerja setelah PHK: urus JKP dan administrasi, rapikan CV dan portofolio, minta referral, dan manfaatkan komunitas.
Terakhir dicek:
Daftar periksa
- Baca panduan kena PHK, jangan tanda tangan di tempat, simpan bukti, lalu hitung pesangon dan penggantian hak.
- Minta tanda terima laporan PHK, lalu ajukan klaim JKP dalam 6 bulan sejak PHK jika kamu memenuhi syarat.
- Hitung runway-mu: tabungan, pesangon yang pasti diterima, JKP, dan pengeluaran bulanan.
- Tulis tiga hal: peran yang dicari, peran terdekat yang masih masuk akal, dan jenis perusahaan yang cocok.
- Tulis CV berisi dampak, bukan daftar tugas; jangan pamerkan kode atau desain perusahaan lama yang terikat kerahasiaan.
- Minta referral dari orang yang pernah bekerja denganmu, sebut peran spesifik, lalu kirim CV dan dua kalimat alasanmu.
- Lamar lewat lebih dari satu jalur: bursa resmi seperti Karirhub, halaman karier perusahaan, dan referral.
Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan keahlian. Tapi kepala yang penuh membuat rencana jadi berantakan. Panduan ini memberi urutan kerja yang masuk akal, mulai dari urusan administrasi sampai cara memakai jaringan, tanpa janji muluk.
Minggu pertama: amankan dulu yang administratif
- Pastikan hakmu jelas. Baca panduan kena PHK: jangan tanda tangan di tempat, simpan bukti, hitung pesangon dan penggantian hak.
- Minta tanda terima laporan PHK dari perusahaan. Dokumen ini dipakai untuk klaim JKP (PP 6/2025 Pasal 20 ayat 3).
- Ajukan JKP kalau memenuhi syarat. Manfaatnya uang tunai 60% dari upah per bulan selama paling lama 6 bulan (dengan batas atas upah Rp5.000.000), akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja. Klaim harus diajukan dalam 6 bulan sejak PHK, dan haknya hilang kalau kamu sudah mendapat pekerjaan (PP 37/2021 Pasal 18; PP 6/2025 Pasal 21 dan 40). Cek kepesertaanmu di panduan BPJS.
- Hitung runway-mu sendiri: tabungan, pesangon yang pasti kamu terima, JKP, dan pengeluaran bulanan. Dengan angka yang jelas, kamu bisa memutuskan seberapa selektif boleh memilih.
Rapikan bahan lamaran
- CV: tulis dampak, bukan daftar tugas. “Memangkas waktu build” lebih kuat daripada “bertanggung jawab atas pipeline CI”. Pakai angka hanya kalau kamu benar-benar memilikinya dan boleh membukanya.
- Portofolio atau repositori: pilih sedikit proyek yang paling mewakili peran yang kamu incar, dengan penjelasan singkat apa masalahnya dan peranmu. Jangan memajang kode, data, atau desain milik perusahaan lama yang terikat kerahasiaan.
- Profil online: perbarui, dan tulis peran yang kamu cari.
- Cerita soal PHK: singkat, netral, dan benar. Misalnya “perusahaan melakukan efisiensi dan posisiku termasuk di dalamnya”. Tidak perlu menjelaskan panjang dan tidak perlu menjelekkan siapa pun.
Tentukan target
Tulis tiga hal: peran yang kamu cari, peran terdekat yang masih masuk akal (misalnya dari backend ke platform, dari QA ke developer experience, dari PM ke product ops), dan jenis perusahaan yang cocok. Daftar ini mengarahkan kata kunci pencarian dan siapa yang kamu hubungi.
Cara melamar yang tidak hanya satu pintu
- Bursa lowongan resmi dan board kerja. Karirhub dari Kemnaker menampilkan lowongan terverifikasi dan mencantumkan bahwa publikasi lowongan di sana gratis. Waspadai lowongan yang meminta bayaran dari pelamar.
- Langsung ke perusahaan. Banyak tim membuka peran di halaman karier mereka sendiri.
- Referral. Lamaran yang masuk lewat orang dalam sering dibaca lebih cepat. Cara memintanya:
- hubungi orang yang pernah bekerja denganmu, bukan orang asing;
- sebut peran spesifik, dengan tautan lowongannya;
- kirim CV dan dua kalimat tentang kenapa kamu cocok, supaya mereka tinggal meneruskan;
- terima kalau jawabannya “belum bisa”, dan tawarkan membantu balik.
Pakai komunitas
REKATI adalah tempat bertemu orang lain di industri yang sama. Datang ke acara, perkenalkan dirimu dengan peran yang kamu cari, dan dengarkan apa yang sedang dibutuhkan orang lain. Kawan yang hadir bisa berbagi pengalaman proses rekrutmen di perusahaan tertentu, tips wawancara, atau lowongan yang mereka tahu. Tautan grup WhatsApp dibagikan langsung setelah kamu hadir di acara. Mulai dari halaman Gabung.
Dua hal yang perlu jelas: REKATI bukan agen penyalur kerja, dan referral dari sesama Kawan bersifat pribadi tanpa jaminan apa pun. Kamu boleh memakai nama samaran di REKATI.
Sambil mencari
- Isi celah skill yang paling sering muncul di lowongan targetmu. Pilih satu hal dan kerjakan sampai ada hasil yang bisa ditunjukkan. Kalau enak dikerjakan bersama, lihat kelompok belajar atau mulai kelompokmu sendiri. JKP juga menyediakan pelatihan kerja (PP 37/2021 Pasal 18 huruf c).
- Pekerjaan sementara atau lepas bisa menutup biaya, tetapi tanyakan dulu statusmu dan apa dampaknya ke JKP: haknya hilang kalau kamu sudah mendapat pekerjaan (PP 6/2025 Pasal 40 huruf b).
- Jaga rutinitas. Jadwal sederhana (jam mencari, jam belajar, jam istirahat) menjaga kepalamu tetap waras. Ceritakan keadaanmu ke satu atau dua orang yang kamu percaya.
Kapan cari bantuan
- Pesangon atau hakmu belum dibayar atau terasa janggal: baca kena PHK dan cari pendamping (LBH atau advokat). REKATI tidak berafiliasi dengan mereka dan tidak menangani kasus.
- Klaim JKP macet: tanyakan ke BPJS Ketenagakerjaan atau dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota.
- Kamu merasa kewalahan secara emosional: bicaralah dengan orang yang kamu percaya atau tenaga profesional.